Pages

selamat datang di blog saya silahkan lihat-lihat blog saya semoga bermanfaat ya,...!!!

Kamis, 22 November 2012

Cara Cepat Menyusun Skripsi — Document Transcript



  • 1. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), skripsi diartikan sebagai karanganilmiah yang diwajibkan sebagai bagian dari persyaratan pendidikan akademis. Buatsebagian mahasiswa, skripsi adalah sesuatu yang lumrah. Tetapi buat sebagianmahasiswa yang lain, skripsi bisa jadi momok yang terus menghantui dan menjadimimpi buruk. Banyak juga yang berujar “lebih baik sakit gigi daripada bikin skripsi”.Saya juga sering mendapat kiriman pertanyaan tentang bagaimana menyusun skripsidengan baik dan benar. Ada juga beberapa yang menanyakan masalah teknis tertentudengan skripsinya. Karena keterbatasan waktu, lebih baik saya jawab saja secaraberjamaah di sini. Sekalian supaya bisa disimak oleh audiens yang lain.Karena target pembacanya cukup luas dan tidak spesifik, maka tulisan ini akan lebihmemaparkan tentang konsep dan prinsip dasar. Tulisan ini tidak akan menjelaskanterlalu jauh tentang aspek teknis skripsi/penelitian. Jadi, jangan menanyakan saya soalcara menyiasati internal validity, tips meningkatakan response rate, cara-cara dalampengujian statistik, bagaimana melakukan interpretasi hasil, dan seterusnya. Itu adalahtugas pembimbing Anda. Bukan tugas saya. Apa itu SkripsiSaya yakin (hampir) semua orang sudah tahu apa itu skripsi. Seperti sudah dituliskandi atas, skripsi adalah salah satu syarat yang harus dipenuhi sebagai bagian untukmendapatkan gelar sarjana (S1). Skripsi inilah yang juga menjadi salah satu pembedaantara jenjang pendidikan sarjana (S1) dan diploma (D3).Ada beberapa syarat yang musti dipenuhi sebelum seorang mahasiswa bisa menulisskripsi. Tiap universitas/fakultas memang mempunyai kebijakan tersendiri, tetapiumumnya persyaratan yang harus dipenuhi hampir sama. Misalnya, mahasiswa harussudah memenuhi sejumlah SKS, tidak boleh ada nilai D atau E, IP Kumulatifsemester tersebut minimal 2.00, dan seterusnya. Anda mungkin saat ini belum“berhak” untuk menulis skripsi, akan tetapi tidak ada salahnya untuk mempersiapkansegalanya sejak awal.Skripsi tersebut akan ditulis dan direvisi hingga mendapat persetujuan dosenpembimbing. Setelah itu, Anda harus mempertahankan skripsi Anda di hadapanpenguji dalam ujian skripsi nantinya. Nilai Anda bisa bervariasi, dan terkadang, bisasaja Anda harus mengulang skripsi Anda (tidak lulus).Skripsi juga berbeda dari tesis (S2) dan disertasi (S3). Untuk disertasi, mahasiswa S3memang diharuskan untuk menemukan dan menjelaskan teori baru. Sementara untuktesis, mahasiswa bisa menemukan teori baru atau memverikasi teori yang sudah ada
  • 2. dan menjelaskan dengan teori yang sudah ada. Sementara untuk mahasiswa S1,skripsi adalah “belajar meneliti”.Jadi, skripsi memang perlu disiapkan secara serius. Akan tetapi, juga nggak perludisikapi sebagai mimpi buruk atau beban yang maha berat. Miskonsepsi tentang SkripsiBanyak mahasiswa yang merasa bahwa skripsi hanya “ditujukan” untuk mahasiswa-mahasiswa dengan kecerdasan di atas rata-rata. Menurut saya pribadi, penulisanskripsi adalah kombinasi antara kemauan, kerja keras, dan relationships yang baik.Kesuksesan dalam menulis skripsi tidak selalu sejalan dengan tingkat kepintaran atautinggi/rendahnya IPK mahasiswa yang bersangkutan. Seringkali terjadi mahasiswadengan kecerdasan rata-rata air lebih cepat menyelesaikan skripsinya daripadamahasiswa yang di atas rata-rata.Masalah yang juga sering terjadi adalah seringkali mahasiswa datang berbicara ngalorngidul dan membawa topik skripsi yang terlalu muluk. Padahal, untuk tataranmahasiswa S1, skripsi sejatinya adalah belajar melakukan penelitian dan menyusunlaporan menurut kaidah keilmiahan yang baku. Skripsi bukan untuk menemukan teoribaru atau memberikan kontribusi ilmiah. Karenanya, untuk mahasiswa S1 sebenarnyareplikasi adalah sudah cukup.Hal lain yang juga perlu diperhatikan adalah bahwa penelitian, secara umum, terbagidalam dua pendekatan yang berbeda: pendekatan saintifik dan pendekatan naturalis.Pendekatan saintifik (scientific approach) biasanya mempunyai struktur teori yangjelas, ada pengujian kuantitif (statistik), dan juga menolak grounded theory.Sebaliknya, pendekatan naturalis (naturalist approach) umumnya tidak menggunakanstruktur karena bertujuan untuk menemukan teori, hipotesis dijelaskan hanya secaraimplisit, lebih banyak menggunakan metode eksploratori, dan sejalan dengangrounded theory.Mana yang lebih baik antara kedua pendekatan tersebut? Sama saja. Pendekatan satudengan pendekatan lain bersifat saling melengkapi satu sama lain (komplementer).Jadi, tidak perlu minder jika Anda mengacu pada pendekatan yang satu, sementarateman Anda menggunakan pendekatan yang lain. Juga, tidak perlu kuatir jikamenggunakan pendekatan tertentu akan menghasilkan nilai yang lebih baik/burukdaripada menggunakan pendekatan yang lain. Hal-hal yang Perlu DilakukanSiapkan Diri. Hal pertama yang wajib dilakukan adalah persiapan dari diri Andasendiri. Niatkan kepada Tuhan bahwa Anda ingin menulis skripsi. Persiapkansegalanya dengan baik. Lakukan dengan penuh kesungguhan dan harus ada kesediaanuntuk menghadapi tantangan/hambatan seberat apapun.
  • 3. Minta Doa Restu. Saya percaya bahwa doa restu orang tua adalah tiada duanya.Kalau Anda tinggal bersama orang tua, mintalah pengertian kepada mereka dananggota keluarga lainnya bahwa selama beberapa waktu ke depan Anda akankonsentrasi untuk menulis skripsi. Kalau Anda tinggal di kos, minta pengertiandengan teman-teman lain. Jangan lupa juga untuk membuat komitmen dengan pacar.Berantem dengan pacar (walau sepele) bisa menjatuhkan semangat untukmenyelesaikan skripsi.Buat Time Table. Ini penting agar penulisan skripsi tidak telalu time-consuming.Buat planning yang jelas mengenai kapan Anda mencari referensi, kapan Anda harusmendapatkan judul, kapan Anda melakukan bimbingan/konsultasi, juga target waktukapan skripsi harus sudah benar-benar selesai.Berdayakan Internet. Internet memang membuat kita lebih produktif. Manfaatkanuntuk mencari referensi secara cepat dan tepat untuk mendukung skripsi Anda.Bahan-bahan aktual bisa ditemukan lewat Google Scholar atau melalui provider-provider komersial seperti EBSCO atau ProQuest.Jadilah Proaktif. Dosen pembimbing memang “bertugas” membimbing Anda.Akan tetapi, Anda tidak selalu bisa menggantungkan segalanya pada dosenpembimbing. Selalu bersikaplah proaktif. Mulai dari mencari topik, mengumpulkanbahan, “mengejar” untuk bimbingan, dan seterusnya.Be Flexible. Skripsi mempunyai tingkat “ketidakpastian” tinggi. Bisa saja skripsianda sudah setengah jalan tetapi dosen pembimbing meminta Anda untuk menggantitopik. Tidak jarang dosen Anda tiba-tiba membatalkan janji untuk bimbingan padawaktu yang sudah disepakati sebelumnya. Terkadang Anda merasa bahwakesimpulan/penelitian Anda sudah benar, tetapi dosen Anda merasa sebaliknya. Jadi,tetaplah fleksibel dan tidak usah merasa sakit hati dengan hal-hal yang demikian itu.Jujur. Sebaiknya jangan menggunakan jasa “pihak ketiga” yang akan membantumembuatkan skripsi untuk Anda atau menolong dalam mengolah data. Skripsi adalahbuah tangan Anda sendiri. Kalau dalam perjalanannya Anda benar-benar tidak tahuatau menghadapi kesulitan besar, sampaikan saja kepada dosen pembimbing Anda.Kalau disampaikan dengan tulus, pastilah dengan senang hati ia akan membantuAnda.Siapkan Duit. Skripsi jelas menghabiskan dana yang cukup lumayan (denganasumsi tidak ada sponsorships). Mulai dari akses internet, biaya cetak mencetak,ongkos kirim kuesioner, ongkos untuk membeli suvenir bagi responden penelitian,biaya transportasi menuju tempat responden, dan sebagainya. Jangan sampaipenulisan skripsi macet hanya karena kehabisan dana. Ironis kan? Tahap-tahap PersiapanKalau Anda beruntung, bisa saja dosen pembimbing sudah memiliki topik danmenawarkan judul skripsi ke Anda. Biasanya, dalam hal ini dosen pembimbingsedang terlibat dalam proyek penelitian dan Anda akan “ditarik” masuk ke dalamnya.
  • 4. Kalau sudah begini, penulisan skripsi jauh lebih mudah dan (dijamin) lancar karenasegalanya akan dibantu dan disiapkan oleh dosen pembimbing.Sayangnya, kebanyakan mahasiswa tidak memiliki keberuntungan semacam itu.Mayoritas mahasiswa, seperti ditulis sebelumnya, harus bersikap proaktif sedari awal.Jadi, persiapan sedari awal adalah sesuatu yang mutlak diperlukan.Idealnya, skripsi disiapkan satu-dua semester sebelum waktu terjadwal. Satu semestertersebut bisa dilakukan untuk mencari referensi, mengumpulkan bahan, memilih topikdan alternatif topik, hingga menyusun proposal dan melakukan bimbingan informal.Dalam mencari referensi/bahan acuan, pilih jurnal/paper yang mengandung unsurkekinian dan diterbitkan oleh jurnal yang terakreditasi. Jurnal-jurnal top berbahasaasing juga bisa menjadi pilihan. Kalau Anda mereplikasi jurnal/paper yang berkelas,maka bisa dipastikan skripsi Anda pun akan cukup berkualitas.Unsur kekinian juga perlu diperhatikan. Pertama, topik-topik baru lebih disukai danlebih menarik, bahkan bagi dosen pembimbing/penguji. Kalau Anda mereplikasitopik-topik lawas, penguji biasanya sudah “hafal di luar kepala” sehingga akan sangatmudah untuk menjatuhkan Anda pada ujian skripsi nantinya.Kedua, jurnal/paper yang terbit dalam waktu 10 tahun terakhir, biasanya mengacupada referensi yang terbit 5-10 tahun sebelumnya. Percayalah bahwa mencari danmenelusur referensi yang terbit tahun sepuluh-dua puluh tahun terakhir jauh lebihmudah daripada melacak referensi yang bertahun 1970-1980.Salah satu tahap persiapan yang penting adalah penulisan proposal. Tentu sajaproposal tidak selalu harus ditulis secara “baku”. Bisa saja ditulis secara garis besar(pointer) saja untuk direvisi kemudian. Proposal ini akan menjadi guidance Andaselama penulisan skripsi agar tidak terlalu keluar jalur nantinya. Proposal juga bisamenjadi alat bantu yang akan digunakan ketika Anda mengajukan topik/judul kepadadosen pembimbing Anda. Proposal yang bagus bisa menjadi indikator yang baikbahwa Anda adalah mahasiswa yang serius dan benar-benar berkomitmen untukmenyelesaikan skripsi dengan baik. Kiat Memilih Dosen PembimbingDosen pembimbing (academic advisor) adalah vital karena nasib Anda benar-benarberada di tangannya. Memang benar bahwa dosen pembimbing bertugasmendampingi Anda selama penulisan skripsi. Akan tetapi, pada prakteknya ada dosenpembimbing yang “benar-benar membimbing” skripsi Anda dengan intens. Ada pulayang membimbing Anda dengan “melepas” dan memberi Anda kebebasan.Mempelajari dan menyesuaikan diri dengan dosen pembimbing adalah salah satuelemen penting yang mendukung kesuksesan Anda dalam menyusun skripsi.Tiap universitas/fakultas mempunyai kebijakan tersendiri soal dosen pembimbing ini.Anda bisa memilih sendiri dosen pembimbing yang Anda inginkan. Tapi ada jugauniversitas/fakultas yang memilihkan dosen pembimbing buat Anda. Tentu saja lebih“enak” kalau Anda bisa memilih sendiri dosen pembimbing untuk skripsi Anda.
  • 5. Lalu, bagaimana memilih dosen pembimbing yang benar-benar tepat?Secara garis besar, dosen bisa dikategorikan sebagai: (1) dosen senior, dan (2) dosenjunior. Dosen senior umumnya berusia di atas 40-an tahun, setidaknya bergelar doktor(atau professor), dengan jam terbang yang cukup tinggi. Sebaliknya, dosen juniorbiasanya berusia di bawah 40 tahun, umumnya masih bergelar master, dan masihgampang dijumpai di lingkungan kampus.Tentu saja, masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing.Sebagai contoh, kalau Anda memilih dosen pembimbing senior, biasanya Anda akanmengalami kesulitan sebagai berikut: 1. Proses bimbingan cukup sulit, karena umumnya dosen senior sangatperfeksionis. 2. Anda akan kesulitan untuk bertemu muka karena umumnya dosen seniormemiliki jam terbang tinggi dan jadwal yang sangat padat.Tapi, keuntungannya: 1. Kualitas skripsi Anda, secara umum, akan lebih memukau daripada rekanAnda. 2. Anda akan “tertolong” saat ujian skripsi/pendadaran, karena dosen pengujilain (yang kemungkinan masih junior/baru bergelar master) akan merasa sungkanuntuk “membantai” Anda. 3. Dalam beberapa kasus, bisa dipastikan Anda akan mendapat nilai A.Sebaliknya, kalau Anda memilih dosen pembimbing junior, maka Anda akan lebihmudah selama proses bimbingan. Dosen Anda akan mudah dijumpai di lingkungankampus karena jam terbangnya belum terlalu tinggi. Dosen muda umumnya juga tidak“jaim” dan “sok” kepada mahasiswanya.Tapi, kerugiannya, Anda akan benar-benar “sendirian” ketika menghadapi ujianskripsi. Kalau dosen penguji lain lebih senior daripada dosen pembimbing Anda, bisadipastikan Anda akan “dihajar” cukup telak. Dan dosen pembimbing Anda tidakberada dalam posisi yang bisa membantu/membela Anda.Jadi, hati-hati juga dalam memilih dosen pembimbing. Format Skripsi yang BenarBiasanya, setiap fakultas/universitas sudah menerbitkan acuan/pedoman penulisanhasil penelitian yang baku. Mulai dari penyusunan konten, tebal halaman, jenis kertasdan sampul, hingga ukuran/jenis huruf dan spasi yang digunakan. Akan tetapi, secaraumum format hasil penelitian dibagi ke dalam beberapa bagian sebagai berikut.Pendahuluan. Bagian pertama ini menjelaskan tentang isu penelitian, motivasi yangmelandasi penelitian tersebut dilakukan, tujuan yang diharapkan dapat tercapaimelalui penelitian ini, dan kontribusi yang akan diberikan dari penelitian ini.
  • 6. Pengkajian Teori & Pengembangan Hipotesis. Setelah latar belakangpenelitian dipaparkan jelas di bab pertama, kemudian dilanjutkan dengan kaji teoridan pengembangan hipotesis. Pastikan bahwa bagian ini align juga dengan bagiansebelumnya. Mengingat banyak juga mahasiswa yang “gagal” menyusun alignmentini. Akibatnya, skripsinya terasa kurang make sense dan nggak nyambung.Metodologi Penelitian. Berisi penjelasan tentang data yang digunakan, pemodelanempiris yang dipakai, tipe dan rancangan sampel, bagaimana menyeleksi data dankarakter data yang digunakan, model penelitian yang diacu, dan sebagainya.Hasil Penelitian. Bagian ini memaparkan hasil pengujian hipotesis, biasanyameliputi hasil pengolahan secara statistik, pengujian validitas dan reliabilitas, danditerima/tidaknya hipotesis yang diajukan.Penutup. Berisi ringkasan, simpulan, diskusi, keterbatasan, dan saran. Hasilpenelitian harus disarikan dan didiskusikan mengapa hasil yang diperoleh begini danbegitu. Anda juga harus menyimpulkan keberhasilan tujuan riset yang dapat dicapai,manakah hipotesis yang didukung/ditolak, keterbatasan apa saja yang mengganggu,juga saran-saran untuk penelitian mendatang akibat dari keterbatasan yang dijumpaipada penelitian ini.Jangan lupa untuk melakukan proof-reading dan peer-review. Proof-readingdilakukan untuk memastikan tidak ada kesalahan tulis (typo) maupun ketidaksesuaiantata letak penulisan skripsi. Peer-review dilakukan untuk mendapatkan second opiniondari pihak lain yang kompeten. Bisa melalui dosen yang Anda kenal baik (meskibukan dosen pembimbing Anda), kakak kelas/senior Anda, teman-teman Anda yangdirasa kompeten, atau keluarga/orang tua (apabila latar belakang pendidikannyaserupa dengan Anda). Beberapa Kesalahan PemulaKetidakjelasan Isu. Isu adalah titik awal sebelum melakukan penelitian. Isuseharusnya singkat, jelas, padat, dan mudah dipahami. Isu harus menjelaskan tentangpermasalahan, peluang, dan fenomena yang diuji. Faktanya, banyak mahasiswa yangmenuliskan isu (atau latar belakang) berlembar-lembar, tetapi sama sekali sulit untukdipahami.Tujuan Riset & Tujuan Periset. Tidak jarang mahasiswa menulis “sebagai salahsatu syarat untuk mencapai gelar kesarjanaan” sebagai tujuan risetnya. Hal ini adalahkesalahan fatal. Tujuan riset adalah menguji, mengobservasi, atau meneliti fenomenadan permasalahan yang terjadi, bukan untuk mendapatkan gelar S1.Bab I: Bagian Terpenting. Banyak mahasiswa yang mengira bahwa bagianterpenting dari sebuah skripsi adalah bagian pengujian hipotesis. Banyak yangmenderita sindrom ketakutan jika nantinya hipotesis yang diajukan ternyata salah atauditolak. Padahal, menurut saya, bagian terpenting skripsi adalah Bab I. Logikanya,kalau isu, motivasi, tujuan, dan kontribusi riset bisa dijelaskan secara runtut, biasanyabab-bab berikutnya akan mengikuti dengan sendirinya. (baca juga: Joint Hypotheses)
  • 7. Padding. Ini adalah fenomena yang sangat sering terjadi. Banyak mahasiswa yangmenuliskan terlalu banyak sumber acuan dalam daftar pustaka, walaupun sebenarnyamahasiswa yang bersangkutan hanya menggunakan satu-dua sumber saja. Sebaliknya,banyak juga mahasiswa yang menggunakan beragam acuan dalam skripsinya, tetapiketika ditelusur ternyata tidak ditemukan dalam daftar acuan.Joint Hypotheses. Menurut pendekatan saintifik, pengujian hipotesis adalahkombinasi antara fenomena yang diuji dan metode yang digunakan. Dalammelakukan penelitian ingatlah selalu bahwa fenomena yang diuji adalah sesuatu yangmenarik dan memungkinkan untuk diuji. Begitu pula dengan metode yang digunakan,haruslah metode yang valid dan dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah. Kalaukeduanya terpenuhi, yakinlah bahwa skripsi Anda akan outstanding. Sebaliknya,kalau Anda gagal memenuhi salah satu (atau keduanya), bersiaplah untuk dibantai dandicecar habis-habisan.Keterbatasan & Kemalasan. Mahasiswa sering tidak bisa membedakan antaraketerbatasan riset dan “kemalasan riset”. Keterbatasan adalah sesuatu hal yangterpaksa tidak dapat terpenuhi (atau tidak dapat dilakukan) karena situasi dan kondisiyang ada. Bukan karena kemalasan periset, ketiadaan dana, atau sempitnya waktu.Kontribusi Riset. Ini penting (terutama) jika penelitian Anda ditujukan untukmenarik sponsor atau dibiayai dengan dana pihak sponsor. Kontribusi riset selayaknyadijelaskan dengan lugas dan gamblang, termasuk pihak mana saja yang akanmendapatkan manfaat dari penelitian ini, apa korelasinya dengan penelitian yangsedang dilakukan, dan seterusnya. Kegagalan dalam menjelaskan kontribusi riset akanberujung pada kegagalan mendapatkan dana sponsor. Menghadapi Ujian SkripsiBenar. Banyak mahasiswa yang benar-benar takut menghadapi ujian skripsi (oralexamination). Terlebih lagi, banyak mahasiswa terpilih yang jenius tetapi ternyatagagal dalam menghadapi ujian pendadaran. Di dalam ruang ujian sendiri tidak jarangmahasiswa mengalami ketakutan, grogi, gemetar, berkeringat, yang pada akhirnyamenggagalkan ujian yang harus dihadapi.Setelah menulis skripsi, Anda memang harus mempertahankannya di hadapan dewanpenguji. Biasanya dewan penguji terdiri dari satu ketua penguji dan beberapa anggotapenguji. Lulus tidaknya Anda dan berapa nilai yang akan Anda peroleh adalahakumulasi dari skor yang diberikan oleh masing-masing penguji. Tiap penguji secarabergantian (terkadang juga keroyokan) akan menanyai Anda tentang skripsi yangsudah Anda buat. Waktu yang diberikan biasanya berkisar antara 30 menit hingga 1jam.Ujian skripsi kadang diikuti juga dengan ujian komprehensif yang akan mengujisejauh mana pemahaman Anda akan bidang yang selama ini Anda pelajari. Tentu sajatidak semua mata kuliah diujikan, melainkan hanya mata kuliah inti (core courses)saja dengan beberapa pertanyaan yang spesifik, baik konseptual maupun teknis.
  • 8. Grogi, cemas, kuatir itu wajar dan manusiawi. Akan tetapi, ujian skripsi sebaiknyatidak perlu disikapi sebagai sesuatu yang terlalu menakutkan. Ujian skripsi adalah“konfirmasi” atas apa yang sudah Anda lakukan. Kalau Anda melakukan sendiripenelitian Anda, tahu betul apa yang Anda lakukan, dan tidak grogi di ruang ujian,bisa dipastikan Anda akan perform well.Cara terbaik untuk menghadapi ujian skripsi adalah Anda harus tahu betul apa yangAnda lakukan dan apa yang Anda teliti. Siapkan untuk melakukan presentasi. Akantetapi, tidak perlu Anda paparkan semuanya secara lengkap. Buatlah “lubang jebakan”agar penguji nantinya akan menanyakan pada titik tersebut. Tentu saja, Anda harussiapkan jawabannya dengan baik. Dengan begitu Anda akan tampak outstanding dihadapan dewan penguji.Juga, ada baiknya beberapa malam sebelum ujian, digiatkan untuk berdoa ataumenjalankan sholat tahajud di malam hari. Klise memang. Tapi benar-benar sangatmembantu.Jujur saja, saya (dulu) menyelesaikan skripsi dalam tempo 4 minggu tanpa adakendala dan kesulitan yang berarti. Dosen pembimbing saya adalah seorang professordengan jam terbang sangat tinggi. Selama berada dalam ruang ujian, kami lebihbanyak berbicara santai sembari sesekali tertawa. Dan Alhamdulillah saya mendapatnilai A.Bukan. Bukan saya bermaksud sombong, tetapi hanya untuk memotivasi Anda. Kalausaya bisa, seharusnya Anda sekalian pun bisa. Pasca Ujian SkripsiBanyak yang mengira, setelah ujian skripsi segalanya selesai. Tinggal revisi, bawa ketukang jilid/fotokopi, urus administrasi, daftar wisuda, lalu traktir makan teman-teman. Memang benar. Setelah Anda dinyatakan lulus ujian skripsi, Anda sudahberhak menyandang gelar sarjana yang selama ini Anda inginkan.Faktanya, lulus ujian skripsi saja sebenarnya belum terlalu cukup. Sebenarnya Andabisa melakukan lebih jauh lagi dengan skripsi Anda. Caranya?Cara paling gampang adalah memodifikasi dan memperbaiki skripsi Anda untukkemudian dikirimkan pada media/jurnal publikasi. Cara lain, kalau Anda memangingin serius terjun di dunia ilmiah, lanjutkan dan kembangkan saja penelitian/skripsiAnda untuk jenjang S2 atau S3. Dengan demikian, kelak akan semakin banyakpenelitian dan publikasi yang mudah-mudahan bisa memberi manfaat bagi bangsa ini.Bukan apa-apa, saya cuma ingin agar bangsa ini bisa lebih cerdas dan arif dalammenciptakan serta mengelola pengetahuan. Sekarang mungkin kita memang tertinggaldari bangsa lain. Akan tetapi, dengan melakukan penelitian, membuat publikasi, danseterusnya, bangsa ini bisa cepat bangkit mengejar ketertinggalan.Jadi, menyusun skripsi itu sebenarnya mudah kan?

0 komentar:

Poskan Komentar